Banjarmasin, Titikkabarkalimantan.com – Kalimantan Selatan tidak hanya membuka peluang kerja sama dengan Belanda dalam bidang pengendalian banjir dan pengelolaan lingkungan. Potensi pertanian, khususnya produksi beras, turut menjadi perhatian dalam pertemuan Gubernur Kalsel H Muhidin dengan Wakil Duta Besar Belanda Adriaan Palm di kediaman Gubernur Kalsel, Banjarmasin, Senin (5/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Muhidin menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu penopang kehidupan masyarakat Kalsel. Bahkan, produksi beras di Banua saat ini berada dalam kondisi surplus.

Namun, kondisi tersebut menurutnya masih perlu terus ditingkatkan. Kalsel ingin memiliki kemampuan produksi yang semakin kuat sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga dapat membantu memasok kebutuhan pangan bagi daerah lain.

“Petani, pegawai, pekerja, merata,” ujar Muhidin saat menjelaskan mata pencaharian masyarakat Kalsel kepada Adriaan Palm.

Pembahasan sektor pangan ini berkaitan pula dengan rencana penataan kawasan di sekitar proyek pengendalian banjir Riam Kiwa. Pemprov Kalsel berharap setelah pembangunan infrastruktur tersebut selesai, kawasan di sekitar saluran dapat ditata dengan baik dan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pertanian, termasuk persawahan.

Muhidin berharap Belanda dapat memberikan dukungan dari sisi desain dan penataan kawasan tersebut.

Menurutnya, pembangunan pengendali banjir tidak cukup hanya dilihat dari fungsi infrastrukturnya. Lahan di sekitarnya juga perlu dirancang agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Dengan demikian, proyek pengendalian banjir Riam Kiwa diharapkan tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga membuka ruang untuk memperkuat produksi pangan Kalsel.

Kerja sama dengan Belanda pun diarahkan pada persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pengendalian banjir, pengelolaan lahan gambut, hingga penguatan sektor pertanian.

Muhidin menilai peluang kolaborasi tersebut penting untuk ditindaklanjuti secara konkret melalui komunikasi resmi antara Pemprov Kalsel dan pihak terkait di Belanda.