BANJARBARU, Titikkabarkalimantan.com – Ketua DPW Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kalimantan Selatan, Hj Helda Rina, menggandeng Rektor Universitas Achmad Yani (UVAYA) Banjarbaru, Prof Dr Ir Hastirullah Fitriah, M.P, untuk mendorong transformasi pasar tradisional menjadi lebih bersih, tertib, dan higienis.

Kolaborasi ini ditandai dengan bergabungnya Prof Hastirullah dalam kepengurusan APPSI Kalsel sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Keterlibatan kalangan akademisi diharapkan dapat memperkuat upaya pembenahan pasar melalui pendekatan keilmuan dan penerapan langsung di lapangan.

Helda Rina menilai, persoalan pasar tradisional tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperbaiki bangunan atau fasilitas. Perubahan juga harus menyentuh sistem pengelolaan dan perilaku para pelaku pasar.

“Kami ingin menghadirkan kehidupan baru di pasar. Tidak ada lagi pasar yang becek, membuang sampah sembarangan atau terlihat kotor. Jika pengelolanya dibenahi dan menjadi baik, mereka pasti mampu mengarahkan perilaku atau attitude pedagang menjadi lebih tertib,” tegas Helda.

Sebagai langkah awal, APPSI Kalsel menyiapkan kawasan Martapura, Kabupaten Banjar, sebagai proyek percontohan pembenahan pasar tradisional.

Prof Hastirullah mengatakan, ketertarikannya bergabung dengan APPSI Kalsel dilandasi keinginan menerapkan ilmu multidisiplin untuk menjawab persoalan masyarakat. Menurutnya, karakteristik masyarakat Martapura yang agamis juga menjadi peluang untuk membangun kesadaran tentang pentingnya kebersihan dan kedisiplinan melalui pendekatan keagamaan.

Ia juga menilai pembenahan pasar perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk pemulung dan petugas kebersihan yang memahami persoalan sampah berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari.

Salah satu area yang menjadi perhatian adalah tempat membersihkan ikan atau besiang iwak. Area tersebut direncanakan ditata lebih modern, bersih, dan higienis, termasuk dengan penyediaan instalasi air yang layak.

Apabila proyek percontohan di Martapura berjalan sesuai rencana, pola pengelolaan tersebut akan dikembangkan ke berbagai daerah lain di Kalsel.

Melalui pembenahan manajemen dan perubahan perilaku, APPSI Kalsel berharap pasar tradisional tidak hanya menjadi lebih nyaman bagi pembeli, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen serta menggerakkan perekonomian pedagang dan pelaku UMKM di Banua.