BANJARBARU, TitikKabarKalimantan.com — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Damar, Jalan Baru Landasan Ulin, dekat Bandara Syamsudin Noor, menghadapi kondisi ekstrem. Pemantauan drone thermal menunjukkan suhu di sejumlah titik api mencapai lebih dari 400 derajat Celsius.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan suplai air dalam jumlah besar. Polda Kalimantan Selatan bersama TNI, BPBD, relawan PT Borneo Indobara dan unsur terkait pun memperkuat penanganan di lokasi.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan yang turun langsung memantau pemadaman mengatakan, titik-titik api baru ditangani menggunakan cairan surfaktan yang disebut cukup efektif membantu proses pemadaman.

“Alhamdulillah ini cukup efektif pemadamannya, memang karena di sini panasnya tadi kita lihat dari drone thermal sampai dengan 400 derajat lebih, sehingga memerlukan air yang cukup banyak,” ujar Rosyanto saat meninjau lokasi, Selasa (8/9/2026) sore.

Menurutnya, penggunaan drone thermal menjadi bagian penting dalam menentukan titik yang masih memiliki panas tinggi. Dengan pemantauan tersebut, petugas dapat mengarahkan penyemprotan ke lokasi yang membutuhkan penanganan.

Setelah sejumlah titik panas mulai dipadamkan, kondisi udara di sekitar lokasi perlahan mulai mendingin. Namun, petugas masih memprioritaskan kawasan di pinggir jalan raya menuju bandara karena berpotensi mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Polda Kalsel bersama instansi terkait juga akan semakin mengoptimalkan penggunaan drone thermal dalam operasi pemadaman.

Teknologi tersebut diharapkan membuat pengerahan tim lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun penggunaan air. Dengan mengetahui titik panas secara lebih spesifik, penyemprotan dapat diarahkan ke sasaran yang membutuhkan penanganan.

Penanganan karhutla di kawasan Guntung Damar pun tidak hanya bertumpu pada banyaknya personel dan suplai air, tetapi juga pada kemampuan mendeteksi titik panas secara cepat untuk menentukan sasaran pemadaman di lapangan.