BANJARMASIN, TitikKabarKalimantan.com– Kondisi Ibu Handayani, seorang janda dengan enam anak di Kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, mendapat perhatian dari Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Sunardi, S.AP.

Handayani diketahui tengah menderita stroke dan diabetes. Ia tinggal bersama tiga anaknya di rumah yang disebut dalam kondisi tidak layak huni. Tanah tempat mereka tinggal pun bukan merupakan milik pribadi.

Kapolsek Banjarmasin Utara menyambangi kediaman Handayani di Jalan Simpang Gusti II RT 34, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.

Dalam kunjungan tersebut, Sunardi tidak hanya membawa bantuan sembako dan tali asih, tetapi juga menggali kondisi keluarga tersebut, termasuk terkait akses terhadap bantuan sosial.

Dari hasil koordinasi, Handayani sebelumnya tercatat menerima Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, bantuan tersebut disebut tidak diterima selama dua bulan terakhir.

Polisi menyebut penghentian itu berkaitan dengan salah satu anak Handayani yang sebelumnya terindikasi terlibat judi online (judol).

Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian Kapolsek. Sunardi berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan pihak kelurahan untuk melakukan pendataan kembali terhadap keluarga Handayani.

Langkah itu dilakukan agar kondisi keluarga tersebut dapat diverifikasi dan, apabila memenuhi persyaratan, dapat kembali memperoleh bantuan sosial sesuai ketentuan.

“Polri hadir bukan hanya untuk penegakan hukum, tapi juga untuk mendengar, merasakan, dan membantu kesulitan masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian kami,” ujar Sunardi.

Ia mengatakan bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, namun diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan keluarga Handayani.

“Kami berharap bantuan kecil ini dapat meringankan beban Ibu Handayani dan keluarga. Kami juga akan terus memantau dan bersinergi dengan pemerintah agar bantuan tepat sasaran,” katanya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Selain memberikan bantuan, polisi juga mendorong adanya koordinasi lintas pihak untuk melihat kembali kondisi keluarga tersebut secara menyeluruh.

Terutama menyangkut kondisi kesehatan Handayani, kelayakan tempat tinggal, serta akses keluarga terhadap program bantuan sosial pemerintah.