KABUPATEN BANJAR, TitikKabarKalimantan.com – Suasana upacara bendera di SDN Simpang Empat 2, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (19/10/2026), mendadak dipenuhi keceriaan. Puluhan siswa tampak antusias mengerumuni Kapolsek Simpang Empat, AKP Andre Primaharja Wirahmawan, untuk bersalaman hingga melakukan tos bersama.

Dengan seragam merah putih, para siswa terlihat bersemangat menyambut polisi yang baru saja bertindak sebagai pembina upacara tersebut. Senyum, sapaan hangat, hingga interaksi penuh keakraban membuat suasana sekolah terasa berbeda dari biasanya.

Momen itu menjadi gambaran bagaimana sosok polisi dapat hadir di tengah anak-anak bukan sebagai figur yang menakutkan, melainkan sebagai sahabat yang dekat dan bersahabat.

Kedatangan AKP Andre merupakan bagian dari program Polisi Sahabat Anak, yang bertujuan membangun kedekatan antara kepolisian dan generasi muda sejak dini.

“Kedatangan kami ke sekolah ini adalah wujud nyata dari program Polisi Sahabat Anak. Kita ingin menghilangkan stigma bahwa polisi itu menakutkan. Justru, polisi adalah pelindung dan sahabat bagi mereka,” ungkap AKP Andre, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, membangun kepercayaan anak-anak perlu dilakukan melalui pendekatan yang ramah dan penuh kasih sayang. Dengan begitu, pesan edukasi yang disampaikan polisi diharapkan lebih mudah diterima.

“Memberikan mereka cinta, maka kita akan mendapatkan cinta yang tulus dari mereka,” tambahnya mewakili Kapolres Banjar.

Di balik suasana ceria tersebut, AKP Andre juga menyampaikan sejumlah pesan penting dalam amanat upacara. Ia mengingatkan para siswa agar menjauhi perundungan atau bullying, kekerasan, serta perilaku intoleran.

Ia menegaskan, perbedaan agama, suku, maupun latar belakang ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk membeda-bedakan teman.

“Mulai sekarang, tidak boleh lagi ada yang saling bully atau melakukan kekerasan. Jangan mendiskriminasi teman karena beda agama, suku, atau membeda-bedakan si kaya dan si miskin. Semuanya kawan,” pesannya.

Suasana semakin meriah ketika AKP Andre mengajak para siswa meneriakkan yel-yel “Halo Polisi”. Seruan itu langsung disambut sorakan dan tepuk tangan para pelajar yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Selain mengajarkan kedisiplinan dan sikap saling menghargai, ia mengingatkan anak-anak agar bijak menggunakan teknologi. Para siswa diminta tidak bermain gim daring secara berlebihan, terutama hingga larut malam, karena dapat mengganggu waktu belajar dan istirahat.

AKP Andre juga mengingatkan bahaya narkoba dan judi online yang harus dihindari sejak dini. Ia turut mengimbau para siswa agar tidak menggunakan sepeda listrik ke sekolah, terutama jika harus melewati jalan raya yang padat kendaraan.

Menjelang akhir amanat, AKP Andre memotivasi para siswa agar berani bermimpi dan terus bersemangat meraih cita-cita. Ia juga mengajak mereka membayangkan profesi yang ingin dijalani ketika dewasa, termasuk menjadi anggota kepolisian.

Pendekatan tersebut menjadi cara untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan moral tanpa membuat anak-anak merasa takut.

Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana akrab bersama jajaran guru SDN Simpang Empat 2.