Polres Banjar Siapkan Skema Baru Pengamanan 5 Rajab, Jalur Angkutan Berat Hingga HSS Dibahas
Kabupaten Banjar, Titikkabarkalimantan.com – Pengamanan arus lalu lintas menjelang peringatan 5 Rajab 1448 Hijriah di kawasan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, mulai dimatangkan. Salah satu skema yang tengah dikaji Polres Banjar ialah memperluas pembatasan kendaraan berat hingga Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Rencana tersebut menjadi bagian dari evaluasi pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan kepadatan jemaah yang diperkirakan menuju Sekumpul.
Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto mengatakan, evaluasi dilakukan melalui rapat internal bersama Tim Induk Sekumpul, Selasa (27/10/2026). Pembahasan difokuskan pada rekayasa lalu lintas, pemetaan jalur evakuasi, serta penyiapan akses khusus bagi tamu VIP.
Menurut Boni, pengalaman pengamanan pada tahun sebelumnya menjadi bahan untuk memperbaiki pola pengaturan kendaraan, terutama saat arus kedatangan dan kepulangan jemaah berlangsung bersamaan.
“Yang kita bahas terkait kesiapan kegiatan, terutama pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas untuk mempersiapkan kedatangan dan kepulangan jemaah. Kemudian, kita juga memetakan jalur evakuasi dan jalur VIP agar memudahkan jemaah yang membutuhkan pertolongan dalam situasi mendesak,” ujarnya.

Pembatasan Kendaraan Berat Diusulkan hingga HSS
Salah satu skema yang menjadi perhatian ialah perluasan wilayah pembatasan kendaraan berat. Jika pada pelaksanaan sebelumnya pengaturan dimulai dari Kabupaten Tapin, kali ini pembatasan direncanakan dimajukan hingga Kandangan, Kabupaten HSS.
Rencana tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi kepadatan kendaraan di jalur utama menuju Martapura ketika arus jemaah meningkat.
Namun, skema ini masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final. Penerapannya masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan Polda Kalimantan Selatan dan instansi terkait.
Selain pembatasan kendaraan berat, Polres Banjar juga mengevaluasi skema pemecahan arus lalu lintas di kawasan Kilometer 17.
Titik tersebut menjadi perhatian karena merupakan salah satu akses penting bagi kendaraan yang menuju maupun meninggalkan kawasan Sekumpul. Pengaturan yang kurang optimal dikhawatirkan memicu antrean panjang, terutama di sekitar bundaran Kilometer 17.
“Untuk arus lalu lintas kendaraan berat, yang sebelumnya mulai kita tutup dari wilayah Tapin, ini direncanakan dimajukan sampai wilayah Kandangan atau HSS. Kemudian, zona pemecahan arus di Kilometer 17 juga akan kita bahas ulang,” paparnya.
Jalur Evakuasi Jadi Perhatian
Selain mengurai kemacetan, kesiapan jalur evakuasi juga masuk dalam pembahasan. Pemetaan jalur ini diperlukan untuk mendukung penanganan apabila terjadi kondisi darurat di tengah padatnya aktivitas jemaah.
Polres Banjar juga mengevaluasi titik-titik yang berpotensi mengalami penumpukan kendaraan, termasuk kawasan terluar yang menjadi akses menuju Sekumpul.
Boni menegaskan, pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan Tim Induk Sekumpul.
Hasil evaluasi selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Polda Kalimantan Selatan. Dalam koordinasi itu, rencana pelaksanaan Operasi Sekumpul Intan seperti pada 2025 juga akan dibahas.
Pengalaman pengamanan sebelumnya diharapkan menjadi bahan untuk menentukan titik prioritas serta menyempurnakan skema pengendalian lalu lintas pada peringatan tahun ini.
Meski sejumlah opsi telah disiapkan, pola rekayasa lalu lintas masih menunggu pembahasan lanjutan bersama Polda Kalsel dan instansi terkait.
Polres Banjar berharap koordinasi lintas sektor dapat menghasilkan pengaturan lalu lintas yang lebih efektif, sehingga perjalanan jemaah menuju Sekumpul maupun saat kembali ke daerah asal dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.


Tinggalkan Balasan